Selasa, 27 Oktober 2009

Permintaan Jenazah Kepada Orang-orang Yang Mengantarkannya

Majelis Rosulullah - Malam Selasa, 26 Oktober 2009


Tausyiah : Habib Munzir bin Fuad Almusawa


Resume :


1. Allah sangat dekat kepada hamba-hamba-Nya, sesuai dengan firman-Nya didalam surat Al-Baqoroh, "Dan jika hamba-hamba Ku bertanya kepada mu (Ya Muhammad) tentang Aku, (katakanlah) maka sesungguhnya Aku sangat dekat."


2. Jenazah orang-orang soleh akan berkata kepada yang mengantarkannya, "Percepat aku, percepat aku" karena ingin segera mendapatkan dan merasakan ni'mat di alam barzah.


3. Jenazah orang-orang yang berdosa akan berkata "Aduhai celakanya aku, hendak kau bawa kemana aku"


4. Suara ini dapat didengar oleh seluruh makhluk kecuali manusia, kalau sampai terdengar oleh manusia maka niscaya manusia akan pingsan atau mati.


5. Tangisan keluarga dan sanak famili yang ditinggal mati tidak akan menjadikan beban buat si mati asalkan tidak disertai nihayah, meratap, menyesali diri, tidak menerima takdir.


6. Siksa untuk si mayit lebih banyak disebabkan oleh lidah atau ucapan-ucapan keluarga yang ditinggalkan.

Minggu, 25 Oktober 2009

Wasiat Rosulullah kepada Abdullah bin Abbas RA

Resume Pengajian Malam Jum'at kaum Bapak, Kamis, 22 Oktober 2009


Tausyiah Oleh : M. Agus Syafrudin, S.Pd


Wasiat Rosulullah SAAW kepada Sayyida Abdullah bin Abbas RA


(Diambil dari kitab Riyadhus Sholihin, Bab Muroqobah) Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi.



  1. Selalu memelihara perintah Allah dengan melaksanakan perintah Allah SWT semampunya.

  2. Selalu memelihara larangan-larangan Allah dengan berusaha semaksimal mungkin menjauhi larangan-larangan Allah SWT.

  3. Apabila punya permintaan, mintalah kepada Allah SWT.

  4. Apabila butuh pertolongan, minta tolonglah kepada Allah SWT.

  5. Apabila ada suatu kaum berkumpul untuk membinasakan seseorang, selama Allah SWT tidak mengizinkan orang itu binasa, maka tidak ada seorangpun yang akan mampu membinasakannya.

  6. Apabila ada suatu kaum berkumpul untuk mengangkat seseorang (memulyakannya), selama Allah SWT tidak mengizinkan orang tersebut terangkat menjadi mulya, maka tidak ada seorang pun yang akan mampu mengangkat orang tersebut menjadi mulya.

  7. Segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini mengikuti apa yang sudah digariskan oleh Allah SWT.

Peringkat Silaturrahiem

Resume Pengajian Bulanan Umum, Minggu 18 Oktober 2009


Tausyiah Oleh : Drs. KH. Ridwan Anwar


Ada beberapa tingkatan silaturrahiem :



  1. Ta'aruf = Saling mengenal, manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal.

  2. Tassamuh = Saling toleransi, tingkatan kedua, dimana kita bisa bertoleransi dengan orang-orang yang sudah saling kita kenal.

  3. Tafahum = Saling memahami, setelah saling toleransi, maka tingkatan berikutnya adalah saling memahami, perbedaan pendapat disikapi dengan saling memahami, selama tidak keluar dari koridor syariah.

  4. Ta'awun = Saling tolong menolong, berlaku untuk seluruhnya tolong menolong yang dianjurkan sesuai dengan nash, saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan dan tidak tolong menolong dalam dosa dan kejelekan.

  5. Takaful = Saling menanggung, berusaha menanggung beban saudaranya sesuai dengan kemampuan, dimana urutannya adalah saudara kandung, kerabat dekat, tetangga dan seterusnya.

Majlis Rasulullah - Malam Minggu, 24 Oktober 2009

Resume Majlis Rasulullah - Malam Minggu.


Tausyiah Oleh : Habib Munzir bin Fuad Almusawa


1. Rasulullah dicintai dan dikenali sebagai Nabi dan Rosul terakhir yang dicintai oleh Allah SWT oleh seluruh makhluk baik yang ada dibumi maupun dilangit.


2. Ada kisah dalam kitab "As-Syifa" yang dikarang oleh Al-Imam Sayyid Alkhudri seorang penggembala kambing sedang menggembalakan kambingnya disebuah lembah (kisah ini terjadi di zaman Rosulullah SAAW) tiba-tiba datanglah seekor serigala yang memperhatikan kawanan kambingnya. Kemudian penggembala kambing ini mengusir serigala tersebut, maka secara ajaib serigala ini dapat berbicara "Mengapa engkau mengusirku dan menghardikku yang sedang mendatangi rahmat Allah ?", terheranlah penggembala ini, ada serigala yang dapat berbicara, sungguh ajaib. Kemudian serigala ini berbicara lagi "Ada yang lebih ajaib lagi, yang terdapat didekat lembah ini, hanya dibatasi oleh lembah ini, mengapa engkau masih berdiam diri disini, segeralah menuju kesana", kemudian penggembala ini berkata "Lalu siapa yang akan menjaga ternak-ternak ku ini ?", lalu serigala itu berkata "Biarlah aku saja yang akan menjaganya", lalu penggembala itu bergegas menuju tempat yang ditunjukkan oleh serigala tersebut, ternyata itu adalah tempatnya Rosulullah SAAW, kemudian penggembala ini bercerita tentang kejadian yang dialaminya, lalu Rosulullah SAAW bersabda kepada penggembala ini, jika benar apa yang kau katakan, maka tinggallah disini beberapa saat, lalu tinggallah penggembala ini beberapa saat (kurang lebih tiga minggu) setelah waktu itu berlalu, maka kembalilah penggembala ini ke lembah tempat dia meninggalkan kambing-kambingnya dengan penjagaan seekor serigala. Setelah dilihat ternyata hewan-hewan kambingnya ini tidak berkurang sedikitpun, tetap terjaga seperti saat dia tinggalkan. Maka bersyukurlah penggembala ini, dan atas rasa syukurnya, maka disembelihlah kambing-kambing yang bagus dan montok untuk dihadiahkan kepada serigala yang telah menjaga kambing-kambingnya tersebut. Dan penggembala ini pun akhirnya memeluk agama Islam.


3. Di dalam kitab yang sama, diriwayatkan bahwa ketika Malaikat Jibril hendak menemui Rosulullah SAAW, beliau melihat diatas sebuah gunung terdapat salah satu Malaikat Muqorrobin pada puncak gunung tersebut, lalu ditanya oleh Malaikat Jibril kenapa Malaikat mulya ini ada dibumi, padahal seharusnya dia berada di 'Arys, lalu dikatakan oleh Malaikat ini bahwa ia dihukum oleh Allah SWT karena ketika Rosulullah Mi'raj dan berada di Sidrotul Muntaha, ia tidak ikut berdiri menghormati Rosulullah, padahal Malaikat yang lain berdiri menghormati Rosulullah, maka Allah SWT murka terhadap malaikat ini dan membuang malaikat ini ke bumi. Maka malaikat ini memohon kepada Malaikat Jibril untuk memohonkan ampun kepada Allah SWT, maka Allah SWT berfirman, perbanyaklah membaca sholawat kepada Rosulullah SAAW, maka dilakukan oleh malaikat tersebut, akhirnya Allah SWT mengampunkan malaikat tersebut.


4. Suatu ketika Rosulullah SAAW sedang berkumpul dengan para sahabat, tiba-tiba datang seekor burung yang terus berkicau di atas kepala Rosulullah SAAW, para sahabat merasa gusar atas perilaku burung tersebut karena dianggap tidak sopan, namun Rosulullah membiarkan burung tersebut, lalu beliau bersabda "Siapa diantara kalian yang telah mengambil telur burung ini ? burung ini mengadu kepada Ku bahwa ada yang mengambil telur-telurnya, akhirnya ada seorang sahabat yang mengaku bahwa dia yang mengambil telur burung itu dan akan mengembalikan telur-telur tersebut.

Prakata

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat datang diblog sederhana ini, yang Insya Allah berisi laporan kegiatan-kegiatan pada TPQ ar-raziqiin, resume-resume pengajian yang diadakan dan dihadiri oleh team pembina dan yang berkaitan dengan informasi-informasi keislaman.

Mudah-mudahan blog ini dapat memberikan khazanah dan manfaat bagi yang lainnya. sesuai dengan sabda Rosulullah : Khairun Nas Anfauhum linnas..... (sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia yang lainnya)

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakuth.

Team Pembina